Terakreditasi Peringkat " B "

Peraturan & Undang-Undang

SEMESTER PENDEK/KULIAH PADAT

  1. Program SP (Semester Pendek/Kuliah Padat) bisa diikuti oleh mahasiswa yang mengikuti perkuliahan reguler D3 dan S1 minimal semester 4 yang tidak lulus Mata Kuliah (MK) tentu yang sudah diambil sebelumnya dan mahasiswa transfer diperbolehkan mengambil matakuliah yang baru.
  2. Jumlah minimal peserta SP adalah 10 orang untuk tiap-tiap MK, bila jumlahnya kurang dari 10 orang, maka beban biaya SP ditanggung bersama oleh semua peserta tsb.
  3. Biaya SP adalah Rp. 1.000.000 / Rp. 2.000.000,- / Rp. 3.000.000,- untuk masing-masing MK dengan 1 SKS / 2 SKS / 3 SKS.
  4. Beban biaya per orang per MK minimal 10 orang dan yang melebihi 10 orang peserta yaitu Rp. 100.000,- / Rp. 200.000,- / Rp. 300.000,- untuk masing-masing MK dengan 1 SKS / 2 SKS / 3 SKS.
  5. Pelaksanaan SP dilaksanakan setelah selesai UAS semester genap.
  6. Semua pelaksanaan SP disetor ke rekening Yayasan ULB.

Peraturan Beban Belajar dan Cudi Akademik

 

  1. Beban Studi

Beban studi mahasiswa selama satu tahun sebanyak 146 SKS yang dibagi menjadi delapan semester. Beban studi tersebut berupa paket mata kuliah, beban studi lebih lanjut ditentukan oleh indeks prestasi kumulatif (IPK).

  1. Masa Studi

Masa studi maksimum 8 semester dan waktu cuti akademik tidak diperhitungkan dalam penentuan batas waktu studi.

  1. Cuti Akademik
  • Alasan Cuti Akademik yang dapat diterima antara lain adalah :
  • faktor kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa mahasiswa yang bersangkutan harus istirahat efektif selama satu semester atau lebih. Jika dipandang perlu, Ketua Program Studi dapat meminta pendapat pada dokter yang bersangkutan.

  • faktor lain yang dapat dipertimbangkan untuk memperoleh cuti akademik yang diperkuat dengan surat keterangan atau rekomendasi dari pejabat yang berwenang dan atau orang tua/wali mahasiswa.

  • Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa oleh Ketua Program Studi berdasarkan permohonan tertulis.

  • Surat permohonan cuti akademik harus dilampiri dengan : (1) Mengajukan surat permohonan cuti akademik¬†(Form Cuti Akademik),(2) Fotokopi KTM, (3) Fotokopi validasi bukti pembayaran pendidikan semester 1, semester 2 (cuti minimal 2 semester dijalankan) atau lembar keputusan bidikmisi, dan (4) Surat dari Dokter/pendukung lainnya.

  • Permohonan cuti akademik hanya akan dipertimbangkan apabila diajukan selambat-lambatnya satu bulan setelah perkuliahan berjalan.

  • Cuti akademik berlaku untuk satu semester, dan selama mengikuti pendidikan di STIPER Labuhan Batu hanya diberikan paling lama 2 semester. Mahasiswa yang dalam status cuti akademik berkewajiban melakukan pendaftaran ulang, dan harus membayar SPP sebesar 25 persen dari beban SPP yang berlaku untuknya.

  • Cuti akademik tidak boleh lebih dari dua semester berturut-turut. Mahasiswa yang dalam status cuti akademik berkewajiban melakukan pendaftaran ulang dengan membayar uang Registrasi. Jika pembayaran Registrasi tidak dilakukan maka status cuti akademiknya gugur dan berubah menjadi status mahasiswa tidak aktif (wajib mendaftar ulang menjadi mahasiswa baru.)

  • Setelah menjalani cuti akademik mahasiswa dinyatakan aktif kembali apabila mengajukan permohonan secara tertulis kepada Ketua Program Studi dengan melampirkan surat izin cuti akademik dan pelunasan sesuai poin 5.

  • Surat permohonan aktif kembali diajukan satu bulan sebelum awal semester yang akan berjalan.

  • Surat cuti akademik dan surat pengaktifan kembali diterbitkan oleh Ketua Program Studi dengan tembusan kepada Ketua Sekolah Tinggi, Puket II Administrasi Umum dan Keuangan dan Kasie BAAK.

  • Semua pembayaran melalui BRI Rek. 0228.01.000421.303, jadwal pembayaran SPP yang ditentukan.

  • SPP penuh yang sudah dibayar yang termasuk dalam masa cuti akademik tidak dapat diminta kembali.

  • Sanksi Cuti Akademik(1) Bilamana batas waktu cuti akademik telah habis dan mahasiswa yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan aktif kembali, maka semester atau tahun akademik berikutnya diperhitungkan dalam masa studi dan dikenakan kewajiban membayar SPP penuh.(2) Apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak mengajukan permohonan aktif kembali sampai semester berikutnya, maka mahasiswa tersebut dinyatakan mengundurkan diri dan dikeluarkan dari STIPER Labuhan Batu.

  • Seluruh nilai yang sempat diperoleh dalam periode cuti akademik menjadi batal.

  1. Pengunduran diri
  • Permohonan pengunduran diri mahasiswa baru STIPER Labuhan Batu yang baru mendaftar ulang disampaikan secara tertulis ke Ketua Sekolah Tinggi melalui Ketua Program Studi dengan menyertakan alasan-alasan dan bukti pembayaran biaya yang telah ditentukan dan Kartu Mahasiswa serta kartu keanggotaan lainnya yang terkait dengan status sebagai mahasiswa STIPER Labuhan Batu.

  • Permohonan pengunduran diri mahasiswa reguler disampaikan secara tertulis kepada Ketua Sekolah Tinggi melalui Ketua Program Studi oleh yang bersangkutan atas sepengetahuan orang tua/wali dengan menyertakan alasan-alasan pengunduran diri tersebut dilampirkan Kartu Mahasiswa (asli).

  • Ketua Program Studi akan mengeluarkan Surat Persetujuan pengunduran diri untuk yang bersangkutan yang selanjutnya disampaikan ke Kasie BAAK bersama KTM yang bersangkutan dan mengusulkan ke Ketua Sekolah Tinggi untuk selanjutnya ditetapkan dengan SK Ketua Sekolah Tinggi.

  • Selama proses penerbitan SK Ketua Sekolah Tinggi yang bersangkutan tidak berhak mendapatkan pelayanan administrasi dan akademik serta memanfaatkan fasilitas STIPER Labuhan Batu.